Jayapura – Babinsa Koramil
1701-22/Muara Tami, Pelda Suwito, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap
masyarakat binaan dengan turut mendukung program ketahanan pangan di wilayah
perbatasan. Wujud nyata kepedulian itu ditunjukkan melalui pendampingan langsung
kepada salah satu petani, Bapak Suryadi, warga Jalan Paniai RT 02 RW 03, Koya
Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, pada Sabtu (23/8/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Pelda
Suwito membantu proses penanaman bibit jagung hibrida di lahan seluas ½
hektare. Jagung varietas ini diperkirakan bisa dipanen dalam waktu sekitar 115
hari. Kehadiran Babinsa di lapangan diharapkan tidak hanya memberi motivasi,
tetapi juga meringankan beban petani dalam mengolah lahan pertaniannya.
Selain menanam jagung, Bapak Suryadi
juga mengembangkan berbagai tanaman hortikultura, di antaranya cabai keriting
(lombok padang) yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Hasil panen nantinya
tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan warga setempat, tetapi juga akan
dipasarkan ke beberapa pasar tradisional di Kota Jayapura, seperti Pasar
Youtefa Abepura dan Pasar Sentral Hamadi.
Pelda Suwito menegaskan, pendampingan
Babinsa kepada para petani merupakan bagian dari tugas pokok TNI dalam membantu
pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Kami hadir bukan hanya sebagai aparat
teritorial, tetapi juga sebagai sahabat petani. Dengan terjun langsung ke
lapangan, kami ingin memberi semangat sekaligus memastikan ketahanan pangan di
wilayah Muara Tami tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Bapak Suryadi
menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan Babinsa. Menurutnya,
keterlibatan TNI memberikan dorongan semangat bagi petani untuk terus
mengembangkan usaha pertanian mereka.
“Dengan adanya pendampingan ini, kami
lebih termotivasi. Semoga hasil panen nanti bisa membantu perekonomian keluarga
sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat luas,” ungkapnya.
Program pendampingan pertanian seperti
ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memaksimalkan pemanfaatan lahan serta
memperkuat kemandirian pangan, khususnya di wilayah perbatasan seperti Muara
Tami. (Redaksi Papua)














fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!