Keerom — Komitmen mendukung program ketahanan pangan
nasional terus ditunjukkan aparat kewilayahan di wilayah perbatasan. Babinsa
Koramil 1701-23/Skanto, Koptu Agunawan, mendampingi Kepala Balai Riset dan
Mekanisasi Pertanian Papua (BRMP Papua), Dr. Aser Rouw, S.P., M.Si., dalam kegiatan peninjauan kesiapan lahan
cetak sawah rakyat seluas 10 hektare di Dusun Embot, Kampung Arsopura, Distrik
Skanto, Kabupaten Keerom, Selasa (3/3/2026).
Peninjauan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung
progres serta tingkat kesiapan lahan cetak sawah yang telah dibuka bagi
masyarakat, sekaligus menyerap aspirasi dan mengidentifikasi kendala yang
dihadapi petani dalam mengoptimalkan lahan pertanian. Kegiatan ini menjadi
bagian dari upaya percepatan pemanfaatan lahan sawah rakyat agar segera
produktif dan berkelanjutan.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, rombongan meninjau secara
detail kondisi fisik lahan, sistem pengairan, ketersediaan sumber air, serta
kesiapan sarana dan prasarana pendukung pertanian. Kepala BRMP Papua juga
berdialog langsung dengan para petani guna mendapatkan gambaran riil
permasalahan yang dihadapi di lapangan.
Turut hadir dalam kegiatan ini Staf BRMP Papua Muhammad Nur,
S.St., M.P., Katimker Kementerian Pertanian
Kabupaten Keerom Dini Florina, SP., Penyuluh BPP Skanto Kampung Arsopura
Jusman, HM., SP., serta Ketua Kelompok Tani Dusun Embot, Niko. Kehadiran lintas
unsur ini menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh
pertanian, TNI, dan masyarakat tani.
Perwakilan Kelompok Tani Dusun Embot, Tri Dwi Anto, bersama
Koptu Agunawan, menyampaikan sejumlah kendala utama yang masih dihadapi petani.
Di antaranya keterbatasan alat pengairan berupa alkon atau dompeng untuk
mengalirkan air dari sungai menuju area persawahan, serta kebutuhan bibit padi
unggul dan pupuk sebagai penunjang proses tanam.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala BRMP Papua, Dr. Aser
Rouw, menegaskan komitmen pihaknya untuk memberikan dukungan maksimal sesuai
dengan kewenangan dan program yang tersedia. Ia menyampaikan bahwa BRMP Papua
akan segera mendorong pengadaan alkon sebagai solusi awal agar petani dapat
mempercepat proses pembajakan dan pengolahan lahan.
“Pengairan menjadi kunci utama. Kami akan mengupayakan
pengadaan alkon agar lahan ini bisa segera diolah. Untuk kebutuhan bibit dan
pupuk, akan kami fasilitasi setelah lahan benar-benar siap tanam. Harapannya,
sawah ini dapat produktif dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Dr. Aser
Rouw.
Sementara itu, Babinsa Koptu Agunawan menegaskan bahwa
pendampingan yang dilakukannya merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial
dalam mendukung program pemerintah, khususnya ketahanan pangan di wilayah
perbatasan. Ia juga menyatakan kesiapan untuk terus mendampingi dan membantu
petani dalam setiap tahapan pengelolaan lahan sawah.
Pendampingan Babinsa dalam kegiatan ini mencerminkan peran
aktif Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dalam mendukung swasembada
pangan nasional, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Diharapkan, melalui sinergi yang solid antara aparat kewilayahan, pemerintah,
dan masyarakat tani, program cetak sawah rakyat di Kampung Arsopura dapat
berjalan optimal dan berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan di Papua,
khususnya di Kabupaten Keerom. (Redaksi Papua)
.png)

.png)
.png)










fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!