Keerom – Komitmen TNI Angkatan
Darat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Papua kembali
diwujudkan melalui kegiatan Ground Breaking (peletakan batu pertama)
pembangunan Jembatan Garuda Tahap III yang dilaksanakan secara serentak di jajaran
Kodam XVII/Cenderawasih.
Di Kabupaten Keerom, kegiatan
tersebut dipimpin oleh Danramil 1701-04/Arso, Mayor Inf Basir Ando, mewakili
Dandim 1701/Jayapura, bertempat di Kampung Wonorejo, Distrik Mannem, Kabupaten
Keerom, Kamis (4/6/2026).
Peletakan batu pertama ini
menjadi langkah awal pembangunan Jembatan Garuda yang bertujuan meningkatkan
konektivitas antar wilayah, membuka akses transportasi masyarakat, serta
mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah pedalaman dan wilayah perbatasan.
Program Jembatan Garuda
merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata TNI AD melalui Kodam
XVII/Cenderawasih dalam mendukung pemerintah mempercepat pembangunan
infrastruktur yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan
masyarakat.
Pada Tahap III ini, Kabupaten
Keerom mendapatkan alokasi pembangunan di tujuh titik jembatan yang tersebar di
beberapa wilayah. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu menjawab
kebutuhan masyarakat akan sarana penghubung yang aman dan layak, sekaligus
menunjang aktivitas sehari-hari, seperti distribusi hasil pertanian dan
perkebunan, akses pendidikan dan kesehatan, serta mobilitas antar kampung.
Prosesi Ground Breaking di
Kampung Wonorejo berlangsung sederhana namun penuh makna. Semangat kebersamaan
dan gotong royong tampak dari keterlibatan aparat TNI bersama pemerintah
kampung dan masyarakat setempat yang menyambut baik program pembangunan tersebut.
Antusiasme warga mencerminkan harapan besar terhadap hadirnya infrastruktur
yang mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup
masyarakat.
Kegiatan tersebut turut
dihadiri Kepala Kampung Wonorejo Mateus Wey, Kaur Kampung Wonorejo Yunus, lima
personel Yon TP 815/WGT, tiga personel Babinsa Koramil 1701-04/Arso, serta
perwakilan masyarakat Kampung Wonorejo.
Selain menjadi sarana
penghubung fisik antar wilayah, pembangunan Jembatan Garuda juga diharapkan
dapat memperkuat hubungan sosial antara TNI dan masyarakat. Melalui berbagai
program teritorial yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat, TNI terus berupaya
hadir sebagai solusi sekaligus mitra pembangunan di wilayah.
Dengan dimulainya pembangunan
Jembatan Garuda Tahap III ini, diharapkan akses transportasi masyarakat semakin
lancar, biaya distribusi hasil pertanian dapat ditekan, serta peluang ekonomi
baru dapat tumbuh sehingga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat
Kabupaten Keerom secara berkelanjutan.
Dalam keterangannya, Danramil
1701-04/Arso, Mayor Inf Basir Ando, mewakili Dandim 1701/Jayapura, menyampaikan
bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bentuk nyata kepedulian TNI
Angkatan Darat terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah yang masih
membutuhkan dukungan infrastruktur dasar.
“Pembangunan Jembatan Garuda
ini merupakan wujud kepedulian TNI Angkatan Darat, khususnya Kodam
XVII/Cenderawasih, dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui
pembangunan infrastruktur yang bermanfaat. Kami berharap keberadaan jembatan ini
dapat memperlancar akses transportasi, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,
serta mempererat hubungan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Mayor Inf
Basir Ando.
Ia menambahkan bahwa
pembangunan Jembatan Garuda di Kabupaten Keerom akan dilaksanakan pada tujuh
titik secara bertahap sesuai perencanaan yang telah ditetapkan.
“Di Kabupaten Keerom terdapat
tujuh titik pembangunan Jembatan Garuda yang akan dilaksanakan secara bertahap.
Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan menjaga hasil
pembangunan ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh
generasi mendatang,” tegasnya.
Dengan dukungan semua pihak,
Danramil 1701-04/Arso Mayor Inf Basir Ando optimistis pembangunan ini dapat
berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. (Redaksi Papua)














fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!