Jayapura – Suasana duka dan haru menyelimuti keluarga besar
Kodim 1701/Jayapura pada rangkaian upacara persemayaman dan pemakaman militer
almarhum Sertu Marthen Luis Lie, Babinsa Koramil 1701-07/Web, yang tutup usia
pada Minggu, 16 November 2025, di RS Marthen Indey karena sakit. Upacara
penghormatan terakhir yang digelar pada Selasa, 18 November 2025, dipimpin
langsung oleh Kasdim 1701/Jayapura, Letkol Arm Mustafa Lara, S.T., M.IP.
Prosesi persemayaman berlangsung khidmat, disertai doa dan
ungkapan belasungkawa dari keluarga, kerabat, serta rekan-rekan almarhum. Dalam
kesempatan itu, Kasdim 1701/Jayapura menyampaikan duka cita mendalam atas
berpulangnya salah satu prajurit terbaik Kodim 1701/Jayapura.
“Atas nama keluarga besar Kodim 1701/Jayapura, izinkan saya
menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Sertu
Marthen Luis Lie. Hari ini kita kehilangan prajurit yang setia, tulus, rendah
hati, dan selalu menjalankan tugas dengan penuh dedikasi,” ujar Kasdim.
Beliau menambahkan bahwa almarhum dikenal sebagai sosok
disiplin, berintegritas, serta memiliki hubungan yang baik dengan masyarakat di
wilayah tugasnya.
“Pengabdian dan keteladanan almarhum akan senantiasa hidup
dalam ingatan kita. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan
keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” imbuhnya.
Sebelum diberangkatkan ke TPU Pantai Hamadi, dilaksanakan
prosesi penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada TNI sebagai bagian dari
tata upacara pemakaman militer.
Sekitar 150 peserta hadir memberikan penghormatan terakhir,
terdiri dari unsur TNI, Polri, tokoh agama, perangkat kewilayahan, keluarga,
serta masyarakat. Sejumlah pejabat juga hadir, di antaranya Pasi Log Kodim
1701/Jayapura Mayor Inf Yusuf, Pasi Pers Kodim 1701/Jayapura Kapten Inf Arlin,
Danramil 1701-09/Jayapura Selatan Kapten Inf Sutrisno, Danramil 1701-07/Web
Kapten Inf Umar, Perwakilan Polresta Jayapura Kota Ipda Usman Halim, S.H.,
Kaurwas Bekangdam XVII/Cenderawasih Letda CBA R. Setiadi, Ketua GKI Viadolorosa
Tabati, Pdt. Steven Pasaribu
Pada prosesi pemakaman, Kasdim 1701/Jayapura bertindak
sebagai Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa upacara
kebesaran militer ini merupakan bentuk penghormatan negara atas jasa,
loyalitas, dan pengabdian almarhum selama berdinas di lingkungan TNI AD.
“Kepergian almarhum sangat mengejutkan dan membawa duka
mendalam bagi kita semua. Namun sebagai umat beragama, kita wajib ikhlas
menerima ketetapan Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.
Kasdim juga mengajak seluruh peserta upacara untuk mendoakan
almarhum serta memaafkan segala kekhilafan selama masa hidupnya.
“Almarhum adalah prajurit terbaik yang menjunjung tinggi
prinsip perjuangan serta setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Semangat, dedikasi, dan keikhlasannya menjadi teladan bagi kita semua,”
ungkapnya.
Upacara ditutup dengan penghormatan terakhir dan penyerahan
bendera Merah Putih kepada pihak keluarga sebagai simbol penghargaan negara
atas jasa dan pengabdian almarhum semasa hidup. (Redaksi Papua)














fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!