Jayapura
– Kodim 1701/Jayapura menggelar Latihan Teknis dan Taktis Sistem Blok Gulben
dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana gempa bumi
dan tsunami. Kegiatan ini dilaksanakan di Markas Kodim 1701/Jayapura, Jalan Dr.
Sam Ratulangi, Dok V Atas, Bhayangkara, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura,
pada Senin (7/7/2025).
Latihan
ini dipimpin langsung oleh Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Kodim
1701/Jayapura, Mayor Inf Suprapto, yang juga bertindak sebagai koordinator
kegiatan. Dalam sambutannya, Mayor Suprapto menyampaikan bahwa latihan ini
merupakan bagian dari program kerja tahunan Kodim 1701/Jayapura dalam upaya
mendukung kesiapsiagaan TNI AD terhadap berbagai ancaman bencana alam di
wilayah rawan, khususnya di kawasan pesisir Papua yang berisiko tinggi terhadap
gempa bumi dan tsunami.
“Latihan
ini bertujuan untuk melatih kemampuan taktis prajurit dalam merespons bencana
secara cepat, tepat, dan terorganisir. Dengan latihan ini, kami berharap para
personel tidak hanya mampu bertindak sesuai prosedur, tetapi juga dapat
melakukan koordinasi lintas sektoral dengan baik,” jelas Mayor Inf Suprapto.
Latihan
melibatkan seluruh jajaran staf Kodim 1701/Jayapura serta para Babinsa dari
jajaran Koramil. Kegiatan ini mencakup simulasi penanganan pasca-gempa, proses
evakuasi korban, penanganan pengungsi, pengumpulan data kerusakan, hingga
pengiriman laporan cepat ke komando atas.
Tak hanya itu, latihan ini juga
menguji kesiapan sistem komunikasi darurat dan integrasi peran lintas instansi.
Beberapa instansi yang turut dilibatkan dalam latihan ini antara lain Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura, Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Basarnas, Dinas Kesehatan, serta aparat
kewilayahan seperti Kelurahan dan Distrik.
Komandan Kodim 1701/Jayapura, Letkol
Inf. Taufik Hidayat, dalam keterangannya menyampaikan bahwa latihan seperti ini
menjadi wujud nyata dari upaya TNI AD, khususnya Kodim 1701/Jayapura dalam
memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
“Kita ingin menunjukkan kepada
masyarakat bahwa aparat TNI, khususnya Kodim 1701/Jayapura, selalu siap siaga
dalam segala kondisi, termasuk dalam menghadapi bencana. Dengan sistem blok
Gulben yang kami latihkan hari ini, kami berharap mampu menciptakan pola
penanganan yang terstandarisasi dan bisa langsung diaplikasikan di lapangan,”
tegas Dandim Taufik.
Melalui latihan ini, Kodim
1701/Jayapura berharap seluruh unsur yang terlibat dapat meningkatkan pemahaman
terhadap sistem penanggulangan bencana berbasis wilayah. Sistem blok Gulben,
yang mengatur pembagian zona evakuasi dan pengamanan, menjadi bagian penting
dari upaya membangun ketangguhan wilayah berbasis komunitas.
Kegiatan ditutup dengan evaluasi
singkat yang menyoroti pentingnya pelatihan berkelanjutan serta sosialisasi
kepada masyarakat. Ke
depan, Kodim 1701/Jayapura berkomitmen untuk terus melibatkan masyarakat dalam
kegiatan simulasi serupa, guna menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap risiko
bencana dan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini. (Redaksi Papua).














fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!