Sentani – Babinsa Koramil
1701-14/Kemtuk Gresi, Serka Adrikardus Deghe bersama Serka Eduardo A. Dimara,
mendampingi pelaksanaan Penjaringan Anak Sekolah dan Bulan Imunisasi Anak
Sekolah (BIAS) di SD Inpres Hawe, Distrik Kemtuk Gresi. Kegiatan kesehatan ini
dipimpin oleh dr. Ivonne D. Karubaba dengan didukung enam tenaga bidan dari
Puskesmas Kemtuk Gresi. (Kamis 4/9/2025)
Pemeriksaan dilakukan secara
menyeluruh, meliputi pengukuran berat dan tinggi badan, pemeriksaan gigi,
malaria, deteksi dini gejala TBC, serta pemberian imunisasi campak dan rubella.
Menurut dr. Ivonne, pemeriksaan awal menjadi langkah penting sebelum siswa
menerima vaksin.
“Banyak anak ditemukan dengan gejala
TB paru. Karena itu, sebelum divaksin kami lakukan pemeriksaan di area leher
untuk memastikan tidak ada tanda-tanda penyakit tersebut. Jika hasilnya aman,
barulah anak-anak bisa diberikan vaksin,” jelas dr. Ivonne.
Selain TBC, malaria juga masih menjadi
perhatian serius. Dari 25 siswa yang diperiksa, lima anak terdeteksi positif
malaria tropika. Temuan ini menjadi dasar penting bagi tenaga kesehatan untuk
meningkatkan kewaspadaan sekaligus melakukan langkah pengobatan dan pencegahan
lebih lanjut.
Serka Adrikardus Deghe menegaskan
bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan penjaringan kesehatan dan imunisasi
merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap generasi bangsa.
“Kami Babinsa selalu siap mendukung
kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Mereka
adalah generasi penerus bangsa yang harus dijaga kesehatannya sejak dini.
Dengan pendampingan ini, kami ingin memberikan rasa aman sekaligus memotivasi
anak-anak agar tidak takut saat diperiksa maupun divaksin,” ujarnya.
Ia menambahkan, Babinsa Koramil
1701-14/Kemtuk Gresi akan terus bersinergi dengan tenaga kesehatan dan pihak
sekolah dalam setiap kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan
masyarakat.
Kepala SD Inpres Hawe, Ibu Maria
Magdalena Kwano, S.Pd., turut menyampaikan apresiasinya. “Kami berterima kasih
kepada Babinsa Koramil Kemtuk Gresi yang selalu hadir mendampingi kegiatan
sekolah. Kehadiran mereka memberi rasa aman sekaligus memotivasi anak-anak
maupun guru untuk lebih peduli terhadap kesehatan,” katanya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata
kolaborasi antara tenaga medis, sekolah, dan aparat TNI dalam menjaga kesehatan
anak-anak sebagai aset berharga bangsa. Kehadiran Babinsa tidak hanya
memperkuat bidang pertahanan, tetapi juga mendukung upaya peningkatan kesehatan,
pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. (Redaksi Papua)














fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!