Sentani – Respons cepat kembali ditunjukkan aparat
teritorial Kodim 1701/Jayapura dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem di wilayah
binaan. Empat personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang dipimpin Serka Roni
Frengki Kabuare turun langsung mengatur arus lalu lintas di ruas utama
Sentani–Abepura, tepatnya di Kampung Asei Kecil, Kelurahan Sentani Timur,
Kabupaten Jayapura, Rabu (1/4/2026).
Langkah sigap tersebut dilakukan menyusul terjadinya
genangan air bercampur material tanah dan batu yang menutupi badan jalan akibat
curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Sentani dan sekitarnya sejak pagi
hari. Kondisi ini diperparah oleh erosi pada tebing di sisi jalan yang memicu
longsor ringan, sehingga material terbawa arus air dan menutup sebagian ruas
jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, material lumpur dan batu
menutupi badan jalan dengan ketebalan bervariasi. Permukaan jalan menjadi licin
dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua
maupun kendaraan bermuatan berat. Meski demikian, jalur tersebut masih dapat
dilalui secara terbatas dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi.
Babinsa Serka Roni Frengki Kabuare menyampaikan bahwa
kehadiran Babinsa di lokasi merupakan wujud kepedulian sekaligus tanggung jawab
TNI dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat di wilayah.
“Kami bergerak cepat untuk mengatur arus lalu lintas agar
tetap berjalan serta mencegah terjadinya kecelakaan. Kami juga mengimbau
masyarakat untuk mengurangi kecepatan dan tetap waspada saat melintas,
mengingat kondisi jalan licin dan terdapat genangan lumpur,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di jalur
strategis penghubung Sentani–Abepura sempat mengalami perlambatan. Kondisi
jalan yang licin juga meningkatkan risiko kecelakaan apabila tidak diantisipasi
dengan baik.
Selain melakukan pengaturan lalu lintas, Babinsa turut
berkoordinasi dengan aparat terkait dan masyarakat setempat untuk melakukan
penanganan awal, termasuk pembersihan material yang menutupi badan jalan secara
manual guna mempercepat normalisasi akses.
Hingga saat ini, Babinsa bersama aparat terkait masih berada
di lokasi untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas serta memberikan rasa
aman bagi para pengguna jalan. Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan
kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, khususnya di titik-titik rawan
longsor dan genangan air selama musim hujan berlangsung.(Redaksi Papua)














fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!