PAPUA, Jayapura — Komitmen memperkuat ketahanan
pangan nasional terus diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI,
dan masyarakat. Pemerintah Kota Jayapura bersama jajaran Forkopimda
melaksanakan Panen Padi Perdana sekaligus Tanam Padi Serentak di lahan Cetak
Sawah Rakyat (CSR) Kelurahan Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura,
Papua, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan strategis tersebut dipimpin langsung oleh Walikota
Jayapura, Abisai Rollo, serta didampingi Danramil 1701-22/Muara Tami Kapten Inf
Sostenes yang hadir mewakili Dandim 1701/Jayapura. Sebanyak 60 undangan dari
unsur pemerintah daerah, TNI, legislatif, hingga kelompok tani yang menjadi
bagian dari upaya percepatan swasembada pangan nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dan
tokoh daerah, di antaranya Kepala Bappeda Kota Jayapura Roby Kepas Awi, Plt
Kepala Dinas Dukcapil Dr. Supriyanto, Kepala Dinas Pertanian dan Hanpangan
Gerardus Ikanubun, Anggota DPRD Papua Deres Wenda, Kepala BRMP Kota Jayapura
Dr. Aser Rouw, Kepala Distrik Muara Tami Bob Fonataba, Lurah Koya Timur Ria
Marlin Lanta, serta Babinsa Koya Timur Serka Duriman.
Panen perdana dilakukan pada tanaman padi varietas Situ
Bagendit yang telah memasuki masa panen di area CSR Muara Tami. Setelah prosesi
panen simbolis, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman padi varietas Inpari 32
secara serentak di lahan CSR 60 sebagai langkah keberlanjutan pengembangan
sektor pertanian di wilayah perbatasan Kota Jayapura.
Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil
pertanian, namun juga menjadi bagian dari strategi memperkuat pertahanan
wilayah melalui ketahanan pangan. Pemerintah Kota Jayapura menilai sektor
pertanian memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat
sekaligus menjamin ketersediaan bahan pangan lokal.
Dalam sambutannya, Walikota Jayapura, Abisai Rollo,
menegaskan bahwa program cetak sawah rakyat harus mampu memberikan manfaat
nyata bagi masyarakat, khususnya para petani di wilayah Muara Tami dan kawasan
perbatasan RI–PNG.
“Saat ini lahan yang dikelola baru mencapai 100 hektar.
Namun ke depan, Pemerintah Kota Jayapura berkomitmen memperluas hingga 1.000
hektar lahan potensial, mulai dari wilayah Koya Timur hingga ke kawasan
perbatasan negara RI–PNG,” ujarnya.
Menurutnya, perluasan lahan pertanian tersebut diharapkan
mampu meningkatkan produksi beras lokal, membuka lapangan pekerjaan baru,
sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sektor pertanian. Selain
itu, pengembangan lahan pangan juga menjadi langkah antisipatif dalam mencegah
terjadinya kelangkaan stok beras di wilayah Papua, khususnya Kota Jayapura.
Sementara itu, Danramil 1701-22/Muara Tami Kapten Inf
Sostenes menegaskan bahwa TNI AD melalui Kodim 1701/Jayapura siap mendukung
penuh program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Kami dari jajaran Kodim 1701/Jayapura, khususnya Koramil
1701-22/Muara Tami, berkomitmen penuh mengawal dan menyukseskan program Cetak
Sawah Rakyat ini. Ketahanan pangan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari
pertahanan negara. Jika ketersediaan pangan di wilayah perbatasan kuat, maka
ketahanan wilayah juga akan semakin kokoh,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program pertanian tidak dapat
dicapai tanpa adanya kolaborasi antara pemerintah, aparat kewilayahan, dan
masyarakat petani. Karena itu, pihak Koramil terus menginstruksikan para
Babinsa untuk aktif melakukan pendampingan langsung kepada petani di lapangan.
“Sinergi antara TNI, Pemerintah Kota Jayapura, dan
masyarakat hari ini menjadi bukti nyata bahwa kita siap menyambut target
perluasan 1.000 hektar lahan ke depan. Para Babinsa, termasuk Serka Duriman di
Koya Timur, telah kami arahkan untuk terus melekat mendampingi para petani
mulai dari pembukaan lahan, proses tanam, perawatan hingga panen,” lanjutnya.
Menurut Kapten Inf Sostenes, pendampingan tersebut bertujuan
meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memastikan hasil panen mampu
memenuhi kebutuhan beras masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan panen dan tanam padi serentak ini,
Pemerintah Kota Jayapura bersama TNI berharap sektor pertanian di wilayah Muara
Tami terus berkembang menjadi salah satu sentra produksi pangan unggulan di
Papua, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dari kawasan timur
Indonesia. (Redaksi Papua)














fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!