Merauke – Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Lucky
Avianto mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn)
Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, dalam kunjungan kerja ke Kampung Wanam, Distrik
Ilwayab, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Jumat (2/1/2026). Kunjungan
ini dilaksanakan dalam rangka peninjauan progres Program Strategis Nasional
(PSN) Cetak Sawah 2 Juta Hektar dan peninjauan Batalyon Teritorial Pembangunan
(TP) 861/Maleo Kamur, yang menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam
memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat,
dan mendorong pemerataan pembangunan di wilayah Papua Selatan.
Menteri Pertahanan RI beserta rombongan tiba di Kampung
Wanam menggunakan Helikopter Caracal TNI AU H225M/H-3208 dan disambut oleh
Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Brigjen TNI Mustakim, S.I.P.,M.Si (Danrem
174/ATW), Hj. Dilla (GM. PT. Jhonlin Group), unsur TNI dan Polri setempat.
Kegiatan dilanjutkan dengan dialog dan tatap muka bersama masyarakat, khususnya
para tua adat dan perwakilan marga, dalam suasana kekeluargaan dan penuh
keterbukaan.
Dalam penyampaiannya, Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI
(Purn) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa Program Strategis Nasional
Cetak Sawah merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam menjaga
kedaulatan dan ketahanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan taraf hidup
masyarakat lokal.
“Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan negara. Papua
Selatan memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan nasional, dan pemerintah
hadir untuk memastikan potensi ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat
setempat,” tegas Menhan.
Menhan menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan,
pencetakan sawah, dan dukungan sarana pertanian tidak hanya membuka
keterisolasian wilayah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan
pendapatan masyarakat, serta memperkuat ekonomi lokal.
“Pembangunan ini bertujuan memberikan akses hidup yang lebih
baik, meningkatkan kesejahteraan, dan menciptakan kemandirian pangan bagi
masyarakat,” tambahnya.
Menhan juga memastikan bahwa hak-hak masyarakat adat tetap
menjadi perhatian utama pemerintah.
“Tanah dan alam di sini adalah titipan leluhur. Pemerintah
menghormati nilai-nilai adat, menjaga lingkungan, dan menjamin hak masyarakat
tetap terlindungi, termasuk pemberian tali asih sebagai bentuk tanggung jawab
negara,” ujarnya.
Gubernur Provinsi Papua Selatan Dr. Ir. Apollo Safanpo, ST.,
MT., menegaskan bahwa PSN Cetak Sawah merupakan program negara yang
dilaksanakan secara kolaboratif oleh Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten
untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
“Program ini bukan hanya membangun sawah, tetapi juga
membangun masa depan. Infrastruktur pertanian, akses jalan, dan pendampingan
akan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan
daerah,” jelas Gubernur.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan perusahaan hanya sebatas
pihak pendukung teknis, sementara kepemilikan dan manfaat pembangunan tetap
berada di tangan masyarakat dan pemerintah.
Sementara itu, tokoh masyarakat Papua Selatan sekaligus
Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, Jhon Gluba Gebze,
menilai program ini sebagai peluang besar bagi peningkatan kualitas hidup
masyarakat adat.
“Pembangunan ini membawa manfaat jangka panjang. Anak-anak
kita ke depan tidak hanya hidup dari alam, tetapi juga memiliki kemampuan
bertani, akses pendidikan, dan ekonomi yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa perhatian pemerintah pusat menunjukkan
komitmen negara dalam membangun Papua secara adil dan berkelanjutan.
“Apa yang dilakukan hari ini adalah investasi untuk generasi
penerus Papua Selatan,” tambahnya.
Dikesempatan terpisah Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen
TNI Lucky Avianto menekankan bahwa TNI mendukung penuh program ketahanan pangan
sebagai bagian dari pengabdian kepada rakyat.
“TNI hadir untuk memastikan pembangunan berjalan aman dan
lancar. Ketahanan pangan yang kuat akan berdampak langsung pada kesejahteraan
masyarakat dan stabilitas wilayah,” ujarnya.
Kegiatan dialog berlangsung dengan penyampaian aspirasi
masyarakat yang ditanggapi secara persuasif dan solutif oleh pemerintah pusat
dan daerah. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Kodam XXIV/Mandala Trikora berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga stabilitas dan keharmonisan di wilayah Papua Selatan melalui pendekatan humanis dan profesional.














fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!