Jayapura
– Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia,
Pemerintah Provinsi Papua bersama Kodim 1701/Jayapura menggelar kegiatan bakti
sosial dan karya bakti di Pasar Mama Papua, Jayapura, pada Senin (28/7/2025).
Kegiatan ini dipimpin oleh Asisten I Bidang Umum Setda Papua, Yohanes Walilo,
S.Sos., M.Si., sebagai Ketua Panitia Bakti Sosial. Adapun
tema nasional yang diusung adalah “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera,
Indonesia Maju.”
Kegiatan
lintas sektor ini dikoordinasi oleh Pasiter Kodim 1701/Jayapura, Mayor Inf. Afandi, dan
melibatkan sebanyak 118 peserta dari berbagai unsur, termasuk TNI, Polri,
organisasi kemasyarakatan (ormas), serta para pelajar.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara
lain Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua, Dr. Djong H.W. Makanuay, S.T., M.M.,
Danramil 1701-02/Jayapura Utara, Kapten Inf. Anton, serta Sekretaris Pasar Mama
Papua, Ibu Siska Ruwata Krey.
Dalam arahannya, Mayor Inf Afandi
menyampaikan bahwa bakti sosial ini merupakan bentuk sinergi lintas elemen
bangsa dalam membangun Papua dari akar rumput. “Bakti sosial ini bukan sekadar
kegiatan bersih-bersih, tapi juga membangun budaya peduli dan rasa tanggung
jawab bersama,” ujarnya saat apel.
Ia juga menekankan pentingnya
menanamkan nilai kepedulian kepada generasi muda sebagai wujud cinta Tanah Air.
Fokus kegiatan ini meliputi pembersihan area pasar, terutama saluran air,
pengecatan tembok, serta pembatas jalan.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan
penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Asisten I Yohanes Walilo kepada
perwakilan pedagang, Ibu Yuliana Pigay, sebagai bentuk komitmen pemerintah
terhadap keadilan sosial, terutama bagi masyarakat kecil yang terdampak secara
ekonomi, dan dilanjutkan gerakan membeli bersama.
“Bakti sosial ini adalah wujud rasa
syukur atas kemerdekaan yang diperjuangkan dengan pengorbanan. Kini, tugas kita
adalah menjaga dan mengisinya dengan kerja nyata. Mama-mama Papua adalah
pahlawan ekonomi yang harus kita dukung dan berdayakan,” ujar Yohanes, yang
disambut tepuk tangan meriah dari peserta kegiatan.
Dengan penuh haru, Ibu Yuliana Pigay
menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. “Bantuan
ini sangat berarti bagi kami. Kami berharap kegiatan seperti ini terus
berlanjut karena benar-benar bermanfaat,” ucapnya.
Pasar Mama Papua sendiri merupakan
ikon ekonomi kerakyatan yang dibangun untuk memberdayakan perempuan Papua,
khususnya pedagang kecil yang sebelumnya berjualan di trotoar tanpa fasilitas
yang layak. Pasar ini menjadi simbol pemberdayaan perempuan dan penguatan
ekonomi lokal di Jayapura.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua,
Dr. Djong Makanuay, menegaskan pentingnya membangun kesejahteraan dari lingkup
terkecil masyarakat. “Jika mama-mama Papua sejahtera, maka keluarga dan
generasi berikutnya pun akan tumbuh dengan baik,” ungkapnya.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni,
tetapi aksi nyata yang merefleksikan semangat kemerdekaan melalui gotong
royong, kerja sama, dan kepedulian sosial. Pemerintah Provinsi Papua berharap
Pasar Mama Papua tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga
simbol kemajuan, solidaritas, dan identitas budaya masyarakat Papua. (Redaksi Papua)
.png)

1.png)

.png)









fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!