Sentani – Kemahiran dalam menembak merupakan kewajiban
setiap prajurit sebelum berangkat ke medan tugas. Dalam rangka mempersiapkan
diri secara maksimal, prajurit Yonif TP 810/BEM melaksanakan latihan Baksilan
di Lapangan Tembak Yonif RK 751/VJS, Sentani, pada Senin (02/03/2026).
Latihan ini menjadi bagian penting dalam membentuk prajurit
yang profesional, tangguh, dan responsif terhadap berbagai dinamika di
lapangan. Sesuai dengan prinsip dasar pembinaan satuan, terdapat tiga langkah
utama untuk menjadi prajurit profesional, yaitu berlatih, berlatih, dan
berlatih, serta terus mengasah ketepatan dan kecepatan dalam setiap tindakan.
Baksilan atau menembak reaksi lanjutan merupakan latihan
intensif yang bertujuan untuk: Mempertajam kemampuan prajurit dalam menembak
dengan lebih cepat dan akurat; Melatih kemampuan menembak dalam situasi yang
kompleks, dinamis, dan tidak terduga; Menjadi bagian dari upaya berkelanjutan
untuk meningkatkan profesionalisme prajurit.
Dalam penyampaiannya, Komandan Yonif TP 810/BEM menegaskan
bahwa latihan Baksilan bukan sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan mutlak bagi
setiap prajurit.
“Kemampuan menembak adalah kemampuan dasar yang tidak boleh
menurun. Prajurit harus mampu bereaksi cepat, tepat, dan terukur dalam setiap
situasi. Latihan Baksilan ini bertujuan untuk membentuk naluri tempur yang
responsif serta meningkatkan kepercayaan diri sebelum melaksanakan tugas,”
tegasnya.
Beliau juga menambahkan bahwa profesionalisme tidak dibentuk
secara instan, melainkan melalui proses latihan yang konsisten dan disiplin
tinggi. “Saya tekankan kepada seluruh prajurit agar melaksanakan latihan dengan
sungguh-sungguh, utamakan faktor keamanan, dan jadikan setiap peluru yang
ditembakkan sebagai bentuk tanggung jawab kepada negara,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu prajurit yang mengikuti latihan
Baksilan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat menantang sekaligus
meningkatkan kemampuan individu.
“Latihan ini melatih kami untuk tetap fokus dan tenang dalam
kondisi yang bergerak cepat. Dengan adanya simulasi situasi yang dinamis, kami
merasa kemampuan reaksi dan akurasi semakin terasah,” ungkapnya.
Prajurit lainnya juga menyampaikan bahwa latihan Baksilan
memberikan pengalaman realistis yang mendekati kondisi di medan tugas. “Kami
menjadi lebih siap secara mental maupun teknis. Kecepatan mengambil keputusan
dan ketepatan menembak benar-benar diuji,” tambahnya.
Melalui latihan ini, Yonif TP 810/BEM terus menunjukkan
komitmennya dalam membina dan meningkatkan kemampuan prajurit secara
profesional, guna mendukung keberhasilan setiap pelaksanaan tugas yang
dipercayakan negara.
.png)


.png)










fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!