Jayapura – Upaya percepatan penanganan darurat pascalongsor
di Jalan Ringroad Kampung Tobati dan jalan utama Abepura–Skyline terus digenjot
oleh pemerintah daerah bersama TNI dan Polri. Pada Jumat (12/12/2025), Danramil
1701-09/Jayapura Selatan, Kapten Inf Sutrisno, turun langsung ke lokasi bersama
Plt. Kepala Dinas BPBD Kota Jayapura, Gerardus Ikanubun, S.Pi., M.Si., serta Ipda Adit dari Polresta Jayapura untuk meninjau
kondisi terkini titik longsor di kawasan samping Tugu Theis, Perumahan Pemda 1
Entrop, Distrik Jayapura Selatan.
Longsor yang terjadi pada Rabu (10/12/2025) dipicu
intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota Jayapura. Material tanah dan batu
menutup sebagian badan jalan, menyebabkan terganggunya arus lalu lintas di
jalur vital yang menghubungkan pusat kota dengan Distrik Abepura, Skyline,
hingga wilayah pesisir. Selain membahayakan pengendara, timbunan longsor juga
berpotensi meningkatkan risiko insiden jika tidak segera ditangani.
Dalam peninjauan tersebut, terlihat proses pembersihan
material telah berjalan intensif. Sedikitnya dua unit excavator dan satu unit
loader dikerahkan untuk mempercepat pengerukan tanah dan batuan yang menimbun
badan jalan. Sejumlah personel BPBD, TNI, dan aparat kepolisian juga tampak
bersiaga membantu proses pengamanan dan koordinasi teknis di lapangan.
Kapten Inf Sutrisno menegaskan bahwa percepatan penanganan
sangat penting mengingat jalur tersebut merupakan akses utama masyarakat. Ia
memastikan pihak Koramil akan terus mendukung penuh pengerjaan darurat ini
hingga mobilitas warga kembali normal.
“Kami mendorong percepatan pembersihan material longsor agar
akses dapat segera dibuka kembali. Yang paling penting, seluruh personel harus
tetap mengutamakan keselamatan. Kontur tanah di area ini masih labil sehingga
kita tidak boleh bekerja tergesa-gesa tanpa memperhatikan standar teknis,” ujar
Kapten Sutrisno.
Hal senada disampaikan Plt. Kadis BPBD Kota Jayapura,
Gerardus Ikanubun. Ia menyebutkan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan
membutuhkan kewaspadaan ekstra dari tim penanganan. Menurutnya, BPBD terus
memantau perkembangan situasi dan menyiapkan langkah mitigasi jika terjadi
longsor susulan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.
Pembersihan terus dipacu, namun keselamatan petugas adalah prioritas. Selain
itu, kami juga menyiapkan rencana pengamanan tambahan untuk mencegah risiko
lanjutan,” jelas Gerardus.
Sementara itu, Polresta Jayapura melalui Ipda Adit
menurunkan personel untuk mengatur arus lalu lintas, memberikan imbauan kepada
pengguna jalan, serta menutup sebagian jalur yang dianggap membahayakan selama
alat berat beroperasi.
“Kami memastikan proses pengerjaan berlangsung aman. Untuk
sementara, pengalihan arus dilakukan secara situasional, menyesuaikan aktivitas
alat berat dan kondisi jalan,” tutur Ipda Adit.
Pemerintah Kota Jayapura bersama TNI dan Polri memastikan
penanganan darurat akan terus berlanjut hingga seluruh material longsor
berhasil disingkirkan dan akses jalan kembali normal. Warga diimbau tetap
berhati-hati saat melintas di kawasan rawan longsor, terutama saat cuaca hujan,
pungkasnya. (Redaksi Papua)



.png)










fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!