PAPUA, Keerom – Aparat kewilayahan bersama
tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Kabupaten Keerom bergerak cepat
membentengi wilayah dari potensi imbas konflik sosial luar daerah. Demi menjaga
stabilitas keamanan, Babinsa Koramil 1701-23/Skanto, Serda Jodi Bonari,
menghadiri pertemuan Pengurus Rukun Keluarga Pegunungan Tengah (RKPT) sekaligus
penyampaian imbauan Kamtibmas di Kantor Kampung Intaimelyan, Distrik Skanto,
Kabupaten Keerom, Kamis (21/5/2026).
Pertemuan krusial yang diinisiasi sebagai respons atas
perang suku antara kelompok masyarakat Lani Jaya dan Kurima Yahukimo di Wamena
ini dipimpin langsung oleh Ketua RKPT, Simon Kossay. Agenda tersebut turut
dihadiri jajaran Polres Keerom, tokoh pemuda, serta 13 kepala suku dari wilayah
Pegunungan Tengah yang kini berdomisili di Kabupaten Keerom.
Dalam arahannya, Ketua RKPT Simon Kossay menginstruksikan
dengan tegas agar seluruh masyarakat Pegunungan Tengah di Keerom tidak
terprovokasi, apalagi mencoba membawa sentimen konflik ke tanah Keerom.
"Perang suku adalah tindakan brutal yang merusak
nilai-nilai adat dan persaudaraan. Karena itu, seluruh kepala suku wajib
mengendalikan warganya masing-masing agar situasi di Keerom tetap aman, sejuk,
dan damai," ujar Simon tegas.
Apresiasi senada datang dari pihak kepolisian. Mewakili
Kapolres Keerom, Kompol Katman memuji kedewasaan sikap masyarakat Pegunungan
Tengah di Keerom yang terbukti tidak mudah tersulut isu provokatif dari luar
daerah.
Di tempat yang sama, Kasat Intelkam Polres Keerom, AKP
Selkius Lakburlawal, mengajak seluruh elemen untuk memperkuat sinergitas dan
deteksi dini terhadap potensi gangguan Kamtibmas. Ia juga mengimbau warga agar
memercayakan sepenuhnya penyelesaian konflik di daerah asal kepada aparat
berwenang.
Sementara itu, Babinsa Kampung Intaimelyan Serda Jodi
Bonari menegaskan bahwa TNI melalui aparat teritorial siap berdiri di garda
terdepan bersama Polri dan masyarakat untuk mengawal keamanan Distrik Skanto
maupun Kabupaten Keerom secara umum.
"Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan
menyaring setiap informasi yang beredar. Mari kita kedepankan komunikasi dan
semangat persaudaraan dalam menyikapi setiap persoalan," tutur Serda Jodi.
Dalam sesi dialog, sejumlah tokoh adat secara senada
menyuarakan penolakan keras terhadap masuknya sentimen konflik luar daerah demi
menjaga kedamaian yang selama ini telah terpelihara dengan baik di Keerom.
Sebagai penutup, pertemuan tersebut menghasilkan komitmen
tertulis berupa pembacaan Surat Pernyataan Sikap oleh delapan kepala suku
perwakilan Provinsi Papua Pegunungan.
3 Poin Utama Pernyataan Sikap Kepala Suku: Menolak keras
segala bentuk perang suku; Mendukung penuh upaya penyelesaian konflik melalui
mekanisme hukum dan adat di daerah asal; Berkomitmen penuh menjaga situasi
damai di Tanah Tabi, khususnya di Kabupaten Keerom.
Rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan penuh
kehangatan. Pertemuan ini menjadi bukti nyata komitmen kolektif dalam menjaga
stabilitas keamanan serta mempererat persatuan masyarakat di wilayah perbatasan
Papua. (Redaksi Papua)














fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!