Keerom — Respons cepat aparat teritorial TNI kembali
terlihat di wilayah perbatasan Papua. Babinsa Koramil 1701-06/Senggi bersama
tim SAR dan masyarakat sigap melakukan pencarian terhadap korban yang terseret
arus banjir di Kali Pas, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Senin (20/4/2026).
Tiga personel Babinsa, yakni Sertu Supriadi, Sertu Haris
Halik, dan Kopda Lauren Wouw, turun langsung ke lokasi guna memperkuat operasi
pencarian bersama tim Basarnas Jayapura serta warga setempat. Kolaborasi lintas
unsur ini mencerminkan kuatnya sinergi kemanusiaan dalam menghadapi situasi
darurat di wilayah terpencil.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut
terjadi pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 13.00 WIT. Korban pertama,
Hasriadi, dilaporkan hendak kembali dari area hutan Kali Pas menuju Kampung
Senggi. Saat melintasi jembatan di aliran sungai tersebut, korban terpeleset
dan terjatuh ke sungai dengan arus yang deras.
Melihat kejadian itu, seorang warga bernama Esron May
berupaya memberikan pertolongan. Namun derasnya arus sungai justru menyeret
keduanya hingga hanyut.
Seorang saksi mata, Ulla (27), warga asal Makassar,
mengungkapkan bahwa debit air sungai meningkat drastis akibat luapan dari hulu,
sehingga kondisi penyeberangan menjadi sangat berisiko bagi warga.
Proses pencarian dilakukan secara intensif dengan metode
penyisiran di sepanjang bantaran sungai. Tim gabungan yang terdiri dari enam
personel SAR dan sekitar 30 warga menyisir aliran Kali Pas sejauh kurang lebih
4 kilometer dari titik awal kejadian hingga lokasi ditemukannya salah satu
korban. Pencarian kemudian diperluas hingga ke arah muara dengan total
jangkauan mencapai sekitar 10 kilometer.
“Hingga sore hari, satu korban atas nama Hasriadi telah
ditemukan, sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencarian. Upaya
akan terus dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran,” ujar Sertu Supriadi
di lokasi.
Sekitar pukul 17.00 WIT, operasi pencarian sementara
dihentikan untuk evaluasi. Seluruh unsur kembali ke posko dan pencarian
direncanakan dilanjutkan pada hari berikutnya dengan dukungan dua unit perahu
ketinting guna menjangkau area sungai yang lebih luas dan sulit diakses.
Keterlibatan aktif Babinsa dalam operasi ini menegaskan
komitmen TNI AD, khususnya aparat kewilayahan, dalam membantu masyarakat, tidak
hanya pada aspek pertahanan, tetapi juga dalam penanganan bencana serta misi
kemanusiaan. Kehadiran Babinsa di tengah situasi darurat menjadi faktor penting
dalam mempercepat respons serta memperkuat koordinasi lintas sektor di
lapangan. (Redaksi Papua)














fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!