Jayapura – Komandan Kodim 1701/Jayapura, Kolonel Inf Taufik
Hidayat, mendampingi para orang tua dan wali peserta calon prajurit TNI AD
dalam kegiatan penerimaan pengarahan oleh Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI
Amrin Ibrahim, S.I.P., yang dilaksanakan melalui video conference (vicon).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Makodim 1701/Jayapura, Jalan Dr. Sam
Ratulangi, Dok V Atas, Kelurahan Bhayangkara, Distrik Jayapura Utara, Kota
Jayapura, Senin (19/1/2026).
Pengarahan Pangdam XVII/Cenderawasih ini diikuti 24 orang
tua/wali peserta calon prajurit TNI dengan penuh antusias. Kegiatan tersebut
merupakan bagian dari upaya TNI Angkatan Darat untuk memberikan pemahaman yang
menyeluruh dan transparan kepada keluarga calon prajurit terkait mekanisme,
tahapan, serta persyaratan dalam proses penerimaan prajurit TNI AD.
Dalam arahannya, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin
Ibrahim menegaskan bahwa proses masuk TNI AD tidak dipungut biaya apa pun. Ia
menekankan bahwa tidak ada pihak mana pun yang dapat menjamin kelulusan calon
prajurit, baik melalui calo maupun orang dalam. Kelulusan sepenuhnya ditentukan
oleh kemampuan, kesiapan, dan usaha dari masing-masing peserta calon prajurit
itu sendiri.
“Masuk TNI AD itu gratis. Tidak ada pungutan biaya dalam
bentuk apa pun. Tidak ada juga orang yang bisa menjamin kelulusan, selain diri
calon prajurit itu sendiri. Oleh karena itu, jangan mudah percaya kepada
pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan cara yang tidak benar,” tegas
Pangdam dalam pengarahannya.
Pangdam juga menekankan pentingnya peran orang tua dan
keluarga dalam mendukung serta mempersiapkan putra-putrinya sejak dini.
Dukungan moral, pembinaan karakter, serta pengawasan terhadap pola hidup anak
dinilai sangat berpengaruh dalam membantu calon prajurit menghadapi seluruh
tahapan seleksi secara optimal.
Lebih lanjut, Pangdam XVII/Cenderawasih mengingatkan bahwa
proses rekrutmen prajurit TNI AD dilaksanakan secara transparan, objektif,
akuntabel, dan bebas dari praktik percaloan. Oleh karena itu, para orang tua
diharapkan dapat menjadi mitra TNI dengan turut mengawasi dan melaporkan
apabila menemukan indikasi penyimpangan dalam proses penerimaan.
Usai pelaksanaan vicon, Dandim 1701/Jayapura Kolonel Inf
Taufik Hidayat memberikan penekanan tambahan kepada para orang tua dan wali
peserta calon prajurit TNI AD yang hadir. Ia menyampaikan bahwa kesiapan
seorang calon prajurit tidak dapat dibentuk secara instan, melainkan
membutuhkan proses pembinaan dan persiapan yang berkelanjutan sejak jauh hari
sebelum mendaftar.
“Peran orang tua sangat menentukan dalam menyiapkan
anak-anaknya yang bercita-cita menjadi prajurit TNI AD. Persiapan utama yang
harus diperhatikan adalah kesehatan dan kondisi fisik, karena dua hal tersebut
menjadi faktor penting dan penentu dalam setiap tahapan seleksi,” ujar Kolonel
Inf Taufik Hidayat.
Selain aspek kesehatan dan fisik, Dandim juga menambahkan
bahwa kesiapan mental, kedisiplinan, serta penerapan pola hidup sehat dan
teratur perlu dibangun sejak dini di lingkungan keluarga. Dengan pembinaan yang
tepat dan dukungan penuh dari orang tua, diharapkan para calon prajurit mampu
mengikuti seleksi dengan percaya diri, menjunjung tinggi sportivitas, serta
siap bersaing secara sehat.
Melalui kegiatan pengarahan ini, diharapkan para orang tua
dan wali peserta calon prajurit TNI memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai
proses rekrutmen TNI AD. Dengan demikian, mereka dapat memberikan dukungan yang
positif, motivasi yang kuat, serta pendampingan yang tepat kepada
putra-putrinya dalam mewujudkan cita-cita menjadi prajurit TNI yang
profesional, tangguh, berkarakter, dan berjiwa nasionalisme tinggi. (Redaksi
Papua)














fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!