Jayapura – Dalam rangka mematangkan rencana teknis dan
operasional serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam pengoperasian Terminal
Barang Internasional (TBI) Skouw dan Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) rute
Jayapura–Vanimo, digelar Rapat Koordinasi (Rakor) pada Rabu, 12 November 2025,
bertempat di Ruang Rapat TBI Skouw, Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Kota
Jayapura, Provinsi Papua.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Balai Pengelola
Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Papua, Endy Irwan, S.H., M.H., dan diikuti
sekitar 30 peserta dari berbagai instansi terkait. Kodim 1701/Jayapura turut
hadir melalui Pasiops Mayor Inf Ifan sebagai bentuk dukungan terhadap
kelancaran, keamanan, dan keberlanjutan aktivitas lintas batas negara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kapolresta
Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR.;
Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Papua AKBP Martin Asmuruf; Kepala PLBN Skouw Ni
Luh Puspa; Koordinator Imigrasi Skouw Marselinus Anditor Mapau; Wadan Satgas
Yonif 643/WNS Mayor Inf Anggi Wibowo; Kepala Bea Cukai Jayapura Ade Bagus;
serta pejabat dari Karantina, Jasa Raharja, Perum DAMRI, dan Dinas Perhubungan
Provinsi dan Kota Jayapura.
Rakor tersebut membahas sejumlah agenda strategis, antara
lain penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) bersama untuk operasional
TBI Skouw dan ALBN Jayapura–Vanimo, serta sinkronisasi peran instansi CIQS
(Customs, Immigration, Quarantine, Security) guna mewujudkan pelayanan lintas
batas yang aman, tertib, dan terpadu.
Dalam paparannya, Kepala BPTD Kelas II Papua Endy Irwan
menjelaskan bahwa penyusunan SOP bersama bertujuan untuk menyamakan persepsi
seluruh instansi agar pelaksanaan operasional terminal dan angkutan lintas
batas berjalan tertib, aman, dan efisien.
“Dengan adanya SOP terpadu ini, setiap instansi memiliki
panduan dan peran yang jelas, sehingga pelayanan lintas batas dapat berjalan
lancar dan sesuai aturan,” ujarnya.
Uji coba perdana ALBN nantinya akan melibatkan Perum DAMRI
Cabang Jayapura sebagai operator resmi, dengan rute Jayapura (Terminal Entrop)
– Skouw – Vanimo (Papua Nugini). Tarif ditetapkan sebesar Rp250.000 termasuk
asuransi perjalanan, dengan jadwal keberangkatan awal pukul 08.00 WIT dan 10.00
WIT.
Selain itu, rapat juga menegaskan pentingnya koordinasi
antar instansi CIQS, yang meliputi: Bea Cukai: pengawasan dan pengendalian
barang lintas batas, Imigrasi: pemeriksaan dokumen dan lalu lintas orang, Karantina:
pemeriksaan hewan, tumbuhan, dan hasil pertanian, TNI–Polri: pengamanan wilayah
serta pencegahan aktivitas ilegal di jalur perbatasan.
Rute resmi ALBN yang disepakati mencakup Jayapura (Terminal
Entrop) – Skouw/Wutung (Checkpoint RI–PNG) – Vanimo (Papua Nugini) dan
sebaliknya. Operator yang melanggar, seperti menaikkan atau menurunkan
penumpang di luar titik resmi, akan dikenakan sanksi sesuai SOP yang berlaku.
Sebagai tindak lanjut, disepakati bahwa rapat lanjutan
kesiapan operasional akan digelar pada minggu kedua Desember 2025 guna
melakukan finalisasi teknis sebelum pelaksanaan uji coba lapangan.
Dengan beroperasinya Terminal Barang Internasional Skouw dan
Angkutan Lintas Batas Negara Jayapura–Vanimo, diharapkan dapat memperlancar
arus perdagangan dan mobilitas masyarakat lintas negara, memperkuat hubungan
bilateral Indonesia–Papua Nugini, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan
kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.
Dalam kesempatan tersebut, Pasiops Kodim 1701/Jayapura Mayor
Inf Ifan menegaskan komitmen TNI AD dalam mendukung kelancaran dan keamanan
aktivitas lintas batas.
“Kodim 1701/Jayapura senantiasa siap mendukung langkah
strategis pemerintah dalam mewujudkan kelancaran dan keamanan aktivitas lintas
batas, khususnya di wilayah Skouw. Melalui rapat koordinasi ini, kami
memastikan aspek pengamanan di Terminal Barang Internasional dan jalur Angkutan
Lintas Batas Negara berjalan sinergis dengan seluruh instansi terkait,”
ujarnya.
Mayor Ifan juga menambahkan bahwa pengawasan terhadap jalur
tidak resmi atau jalan tikus perlu terus diperketat guna mencegah peredaran
barang ilegal serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan.
“Kodim berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan unsur
CIQS serta aparat keamanan lainnya agar setiap kegiatan di perbatasan
berlangsung aman, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,
sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai gerbang terdepan di kawasan
timur,” pungkasnya. (Redaksi Papua)














fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!