Keerom — Pelaksana Harian (Plh) Danramil 1701-23/Skanto,
Peltu Djulianto, menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan
(Musrenbang) Tahun Anggaran 2027 serta Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun
2026 tingkat Distrik Skanto. Kegiatan yang digelar di Aula Distrik Skanto,
Selasa (3/3/2026), ini menjadi forum strategis dalam menyerap aspirasi
masyarakat sekaligus merumuskan arah pembangunan distrik yang berkelanjutan dan
inklusif.
Musrenbang distrik merupakan tahapan penting dalam siklus
perencanaan pembangunan daerah, karena menjadi ruang dialog antara pemerintah,
legislatif, aparat keamanan, dan masyarakat untuk menyelaraskan kebutuhan riil
di lapangan dengan kebijakan serta kemampuan anggaran yang tersedia. Melalui
forum ini, berbagai usulan pembangunan dibahas secara terbuka guna menghasilkan
program yang terarah, terukur, dan tepat sasaran.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Baperda Kabupaten Keerom
Teresia Wambaliau, S.Sos., perwakilan Ketua DPRK Keerom Natan Bonay, anggota
DPRK dari Distrik Arso dan Dapil III, Kepala Distrik Skanto Slamet Widodo,
S.H., Kapolsek Skanto AKP Bambang Irianto, para kepala kampung se-Distrik
Skanto, Kepala Puskesmas Distrik Skanto Oktovina Reba, Kepala KUA Distrik
Skanto M. Aris, S.Ag., unsur OPD kabupaten, pengurus PKK, tokoh
adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, Babinsa Sertu Andik Purnomo, serta
Bhabinkamtibmas Bripda Kendek.
Dalam sambutannya, Kepala Distrik Skanto Slamet Widodo,
S.H., menyampaikan bahwa Dana Desa Tahun Anggaran 2026 mengalami penyesuaian
dibandingkan tahun sebelumnya. Penyesuaian tersebut merupakan tindak lanjut
dari instruksi Presiden yang memfokuskan alokasi Dana Desa pada pembangunan
KDKMP, sehingga berdampak pada penurunan nominal Dana Desa di seluruh kampung
se-Distrik Skanto.
Ia menekankan pentingnya penyusunan skala prioritas
pembangunan agar program yang dihasilkan tetap memberikan manfaat maksimal bagi
masyarakat, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran. “Melalui Musrenbang
ini, kami berharap seluruh usulan benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan
mendesak dan dapat dilaksanakan secara optimal,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan DPRK Keerom Natan Bonay menegaskan
bahwa perencanaan pembangunan harus dilaksanakan secara partisipatif, berbasis
data, dan terukur. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi kunci agar
program-program yang dirumuskan tidak hanya bersifat administratif, tetapi
benar-benar menjawab persoalan dan kebutuhan masyarakat di tingkat kampung dan
distrik. DPRK, lanjutnya, berkomitmen untuk mengawal serta memperjuangkan
aspirasi masyarakat agar selaras dengan rencana strategis pembangunan daerah.
Plh Danramil Skanto Peltu Djulianto menyatakan dukungan
penuh terhadap pelaksanaan Musrenbang sebagai bagian dari sinergi lintas sektor
dalam mendorong percepatan pembangunan, termasuk upaya penanganan stunting di
wilayah Distrik Skanto. Ia menegaskan bahwa TNI, khususnya melalui peran
Babinsa, siap mendukung program pemerintah daerah dalam menciptakan pembangunan
yang merata dan berkelanjutan.
“Kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, aparat
keamanan, dan masyarakat merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan.
Melalui Musrenbang ini, diharapkan seluruh usulan benar-benar berangkat dari
kebutuhan masyarakat, sehingga hasilnya dapat dirasakan secara nyata dan
berkesinambungan,” pungkasnya. (Redaksi Papua)



.png)
.png)









fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!