PAPUA SELATAN, Merauke – Panglima Kodam (Pangdam)
XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, S.E., menghadiri
acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Anggota Majelis Rakyat Papua
(MRP) Provinsi Papua Selatan Penggantian Antarwaktu (PAW) sisa masa jabatan
2023–2028 di Sakil Ballroom Swiss-Belhotel, Jalan Raya Mandala, Merauke, Papua
Selatan. Rabu (6/5/2026).
Pelantikan yang dipimpin Gubernur Papua Selatan, Prof. Dr.
Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T., tersebut menetapkan Eliaz Sembe Mahuze dan
Tarsisius Yaliu Matiwen sebagai anggota MRP PAW menggantikan pejabat sebelumnya
dari unsur adat Papua Selatan.
Dalam sambutannya, Gubernur Apolo Safanpo menegaskan bahwa
pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab
strategis dalam mengawal pelaksanaan otonomi khusus (Otsus) bagi Orang Asli
Papua (OAP). Ia meminta anggota yang baru dilantik segera beradaptasi dan
bekerja efektif, mengingat sisa masa jabatan yang hanya sekitar 2,5 tahun.
“Diperlukan percepatan dan efisiensi kerja, termasuk
mendorong peningkatan Peraturan Gubernur menjadi Peraturan Daerah Khusus
(Perdasus) dengan melibatkan DPR Papua Selatan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 150 Peraturan
Gubernur yang perlu ditingkatkan menjadi Perdasus sebagai bagian dari penguatan
regulasi berbasis Otsus. Selain itu, pemerintah daerah tengah mendorong
perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2004 tentang MRP agar lebih
responsif terhadap kebutuhan daerah.
Pangdam XXIV/MT Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia
melalui Kapendam XXIV/MT Kolonel Inf Iwan Dwi Prihartono menyampaikan,
pelantikan ini sebagai langkah penting dalam menjaga kesinambungan peran MRP
sebagai representasi kultural Orang Asli Papua.
“Bagi Kodam XXIV/MT, kegiatan ini sangat positif karena
mencerminkan stabilitas pemerintahan dan keberlanjutan fungsi lembaga daerah.
Stabilitas tersebut menjadi prasyarat utama dalam menciptakan situasi keamanan
yang kondusif di Papua Selatan,” ujarnya.
Kapendam menambahkan, sinergi antara TNI, pemerintah daerah,
dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mendukung percepatan
pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dari perspektif negara, lanjutnya, pelantikan ini
menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjalankan tata kelola pemerintahan yang
baik serta memastikan tidak adanya kekosongan jabatan yang dapat menghambat
jalannya organisasi.
“Ini juga menegaskan kehadiran negara dalam menjamin hak-hak
masyarakat Papua, khususnya dalam kerangka otonomi khusus,” tegasnya.
Acara pelantikan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi
Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Selatan, di antaranya Danrem 174/ATW Brigjen
TNI Mustakim, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze, Bupati Boven Digoel Roni
Omba, serta pejabat TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia
Raya, dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri, pengambilan
sumpah/janji, penandatanganan berita acara, serta penyerahan SK kepada anggota
yang dilantik, dan ditutup dengan doa bersama.
Dengan dilantiknya anggota PAW tersebut, diharapkan peran
dan fungsi MRP Papua Selatan tetap berjalan optimal, sekaligus memperkuat
pelaksanaan otonomi khusus guna mendorong pembangunan yang berpihak kepada
Orang Asli Papua di wilayah Papua Selatan.


.png)
.png)
.png)









fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!