Jayapura
– Hujan deras yang mengguyur Kota Jayapura sejak pukul 01.00 hingga 05.00 WIT
pada Selasa dini hari (8/7/2025) mengakibatkan terjadinya banjir di sejumlah
titik, salah satunya di Kompleks Yapis yang terletak di Jalan Sam Ratulangi,
Kelurahan Bhayangkara, Distrik Jayapura Utara. Intensitas curah hujan yang
tinggi menyebabkan saluran pembuangan air tidak mampu menampung volume air,
terlebih lagi saluran tersebut tersumbat oleh tumpukan sampah dan endapan
pasir.
Akibatnya,
air meluap ke jalan dan masuk ke area pendidikan Kompleks Yapis serta ke
perumahan dosen dan guru yang berada di sekitarnya. Aktivitas di
sekolah pun terhambat akibat lumpur dan genangan air yang menggenangi
ruang-ruang kelas dan halaman sekolah.
Sebagai bentuk respons cepat terhadap
kondisi tersebut, anggota Kodim 1701/Jayapura yang dipimpin oleh Danramil
Jayapura Utara, Kapten Inf. Anton Sudrajat, segera turun ke lapangan untuk
membantu penanganan banjir. Kegiatan pembersihan dilakukan secara bergotong
royong bersama warga setempat guna menormalkan kembali kondisi lingkungan.
"Kami hadir di sini sebagai
bagian dari komitmen TNI untuk selalu dekat dan hadir di tengah masyarakat,
terutama saat menghadapi situasi darurat seperti ini. Kami ingin memastikan
bahwa anak-anak bisa kembali belajar dan warga dapat merasa tenang di rumah
mereka," ujar Kapten Inf Anton Sudrajat saat memberikan keterangan di
lokasi.
Kegiatan pembersihan difokuskan pada
pengangkatan lumpur, sampah, dan pasir dari saluran air, halaman sekolah, serta
lingkungan sekitar perumahan. Kerja sama antara TNI dan warga mencerminkan
semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat.
Selain TNI dan warga, penanganan
banjir ini juga melibatkan berbagai pihak dari instansi terkait. Turut hadir
Bapak Rabit Kuncoro dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota
Jayapura dan Bapak M. Saleh dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Jayapura yang
datang langsung untuk meninjau lokasi sekaligus memberikan bantuan teknis.
Dinas PU turut mengerahkan satu unit
ekskavator mini untuk membantu mempercepat proses normalisasi saluran air yang
tersumbat. Pengerahan alat berat ini bertujuan memperlancar aliran air agar
tidak kembali meluap apabila hujan kembali turun.
“Dengan dilakukannya pembersihan dan
pengerukan ini, kami berharap sistem drainase dapat kembali berfungsi normal.
Apabila terjadi hujan susulan, air bisa langsung mengalir tanpa menyebabkan
banjir,” terang Bapak M. Saleh.
Sementara itu, Kepala Sekolah Kompleks
Yapis, Bapak Ahmad Yunaidi, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh
pihak yang telah membantu menangani dampak banjir dengan cepat. Ia menegaskan
pentingnya kolaborasi antar instansi dan masyarakat dalam situasi seperti ini.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian
dan aksi cepat yang dilakukan oleh Kodim 1701/Jayapura, serta dukungan dari
BPBD, Dinas PU, dan warga. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, agar proses
belajar mengajar dapat segera dilanjutkan tanpa hambatan,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Jayapura melalui BPBD
kembali mengingatkan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan
menghadapi musim hujan. Selain itu, masyarakat diimbau untuk selalu menjaga
kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di
saluran-saluran air, guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Upaya penanganan yang cepat dan
terpadu ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah,
dan masyarakat dapat memberikan dampak positif dalam menjaga keselamatan dan
kenyamanan lingkungan bersama. (Redaksi Papua)














fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!