Jayapura
- Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, Kodim
1701/Jayapura menggelar Latihan Penanggulangan Bencana Alam (Latgulbencal)
dengan skenario tsunami di Pantai Holtekamp, Jayapura, Kamis (10/7/2025).
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur terkait, termasuk Polresta Jayapura,
BPBD, Basarnas, Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dan BMKG Wilayah V Jayapura.
Latihan
gabungan ini dilaksanakan sebagai bagian dari langkah preventif menghadapi
potensi gempa bumi dan tsunami yang kerap mengancam wilayah pesisir Papua,
khususnya Kota Jayapura yang berada pada zona rawan bencana.
Komandan
Kodim 1701/Jayapura, Letkol Inf Taufik Hidayat, menegaskan bahwa latihan ini
bertujuan untuk menguji kesiapan operasional seluruh unsur yang terlibat dalam
penanganan bencana alam, baik dari segi personel, peralatan, maupun sistem
koordinasi lintas instansi.
“Latihan
ini difokuskan pada simulasi pencegahan, penanganan, dan evakuasi korban
tsunami. Kami mensimulasikan layaknya kejadian nyata di lapangan. Pelaksanaan tugas
dan tanggung jawab serta pergerakan unsur-unsur pasukan beserta perlengkapannya
yang terlibat dalam penanganan dan evakuasi korban mulai dari embarkasi
materiil dan personel, seperti keadaan bencana yang sebenarnya, naik di daratan
maupun perairan dengan mengutamakan unsur-unsur internal satuan pelaksana,
satuan teknis yang dibantu oleh unsur dan stakeholder terkait,” jelas Letkol
Taufik.
Menurutnya, seluruh unsur yang
terlibat baik satuan pelaksana, satuan teknis TNI, maupun instansi sipil
bergerak sesuai prosedur standar operasi (SOP) penanganan bencana nasional.
Tujuannya adalah menciptakan respon cepat, tepat, dan terpadu saat terjadi
bencana sesungguhnya.
Latihan dimulai sejak pagi hari dengan
aktivasi sistem peringatan dini dari BMKG, dilanjutkan dengan mobilisasi
pasukan dan tenaga relawan ke lokasi simulasi, serta pelaksanaan proses
evakuasi korban di wilayah pesisir. Tim SAR laut turut berperan dalam
penyelamatan korban di perairan, sementara tim medis dari Dinas Kesehatan melakukan
triase dan penanganan luka darurat di pos kesehatan lapangan.
Kasdim 1701/Jayapura, Letkol Arm.
Mustafa, ST., yang turut hadir dalam latihan tersebut, menyatakan bahwa
kegiatan ini tidak hanya untuk meningkatkan profesionalisme prajurit, tetapi
juga memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan instansi sipil
lainnya.
“Kota Jayapura merupakan wilayah yang
memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana tsunami, baik akibat gempa lokal
maupun dari luar wilayah. Kita masih ingat kejadian tahun 2011, saat kawasan
Holtekamp terdampak tsunami akibat gempa besar di Jepang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, simulasi ini menjadi bahan
evaluasi dan penguatan sistem komando dan kendali serta alur komunikasi dalam
penanganan darurat.
Kegiatan latihan penanggulangan
bencana alam ini ditutup dengan evaluasi bersama yang mencakup efektivitas
komunikasi, kecepatan respon, kesesuaian tindakan lapangan dengan SOP, serta
identifikasi hambatan selama simulasi berlangsung.
”Dengan digelarnya latihan ini, Kodim
1701/Jayapura menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kewaspadaan dan
kesiapsiagaan satuan di tengah ancaman bencana alam yang tidak bisa diprediksi
kapan datangnya,” tutup Letkol Mustafa. (Redaksi Papua)














fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!