PAPUA, Waropen - Suasana berbeda tampak di halaman SD
Inpres N 1 Waropen, Senin (11/5/2026). Puluhan prajurit dari Yonif TP 860/NSK
sejak pagi sudah sibuk membersihkan area sekolah yang selama ini cukup
memprihatinkan. Bukan untuk latihan perang, melainkan untuk karya bakti
mengabdi kepada masyarakat.
Di bawah terik matahari, personel berseragam loreng hijau
tampak bahu-membahu membersihkan tumpukan tanah dan sampah yang menggunung di
belakang gedung sekolah. Tak hanya itu, saluran drainase di depan sekolah yang
kerap tersumbat dan menjadi sumber genangan air saat hujan pun dinormalisasi.
Rumput liar yang tumbuh subur di sepanjang akses masuk sekolah juga dipangkas
hingga rapi.
"Kami tidak hanya datang untuk menjaga keamanan, tetapi
juga hadir untuk ikut membangun dan peduli terhadap pendidikan generasi
penerus. Sekolah yang bersih dan nyaman adalah hak anak-anak kita," ujar Danyon
TP 860/NSK, Letkol Inf Alfa Erydani, di sela-sela kegiatan.
Dengan nada tegas namun penuh kehangatan, Danyon menambahkan
bahwa keberadaan TNI di tengah masyarakat tidak boleh sekadar seremoni.
"Karya bakti ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI
dengan rakyat. Kami ingin para guru dan siswa merasa diperhatikan. Lingkungan
yang asri akan menumbuhkan semangat belajar. Ini investasi jangka panjang untuk
masa depan Waropen," ucapnya ketika ditemui di lokasi.
Pantauan sebelum karya bakti dimulai, seluruh personel
mengikuti apel pengecekan dan pembagian sektor kerja. Setiap regu mendapat
porsi tanggung jawab masing-masing dari pembersihan selokan, pengangkutan
sampah, hingga pemangkasan ranting. Semua bergerak cepat dan terukur, seperti
layaknya operasi militer namun dengan senyum ramah kepada para guru dan warga
sekitar.
Kepala SD Inpres N 1 Waropen, Bapak Dominikus Wenda,
menyambut antusias kehadiran prajurit. Menurutnya, selama ini area belakang
sekolah kerap menjadi sarang nyamuk dan tumpukan sampah kiriman warga.
"Kami sangat berterima kasih. Sekarang sekolah kami lebih layak dan
sehat," tuturnya dengan mata berbinar.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga sore hari
itu berjalan aman, tertib, dan lancar. Tak ada kendala berarti. Justru yang
terjadi adalah canda tawa antara prajurit dan siswa yang ikut membantu
memunguti sampah kecil-kecilan. Momen itu menjadi pemandangan yang mengharukan
sekaligus membanggakan.
Karya bakti ini merupakan bagian dari program pembinaan
teritorial satuan, yang memang rutin menyasar fasilitas publik seperti sekolah,
tempat ibadah, dan sarana umum lain. Bagi Yonif TP 860/NSK, bersih-bersih
sekolah bukan sekadar acara seremonial tahunan, melainkan komitmen
berkelanjutan untuk membantu masyarakat menciptakan lingkungan belajar yang
sehat.
"Ketika anak-anak kami lihat bersemangat membantu,
padahal mereka masih kecil, itu artinya pesan kebersamaan sudah sampai. TNI
harus selalu menjadi sahabat rakyat," pungkas Danyon sambil tersenyum.
Dengan selesainya karya bakti ini, diharapkan SD Inpres N 1
Waropen kini benar-benar menjadi tempat yang asri, nyaman, dan membangkitkan
gairah belajar. Karena masa depan bangsa dimulai dari ruang kelas yang bersih dan
TNI hadir di garda depan untuk itu.
.png)













fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!